Tapi bukan sembarang diGanti Gan

Sabtu, Desember 29

ANALISIS BUTIR SOAL

A. PENDAHULUAN

Kegiatan pengujian instrumen dilakukan untuk manfaat dan fungsi yang telah menjadi tujuan sebelumnya. Pengujian instrumen tes bertujuan untuk mengamati apek kognitif pada objek tertentu.
Pengujian instrumen tes, tidak hanya dilakukan untuk mengukur aspek kognitif. Akan tetapi pengujian instrumen tes juga dilakukan untuk keperluan analisis terhadap butir-butir soal yang telah dibuat tersebut. Tujuannya adalah untuk mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum soal digunakan. Di samping itu, tujuan analisis butir soal juga untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan.
Pada pembahasan ini, penguji bermaksud menginterpretasikan hasil analisis instrumen tes yang sebelumnya telah penguji susun. Instrumen tes berupa soal pilihan ganda. Instrumen tersebut telah diujikan kepada siswa/i SMP kelas 8, SMP St.Antonius.
Pada instrumen tes, penguji menyusun  instrumen, mengadakan pengujian, dan melakukan analisis terhadap butir soal yang telah diujikan kepada rersponden. Hasilnya berupa simpulan terhadap butir-butir soal yang telah penguji susun dan ujikan tersebut, apakah instrumen tersebut baik untuk digunakan, direvisi, ataupun tidak dapat digunakan untuk kegiatan penilaian.





B. PEMBAHASAN  
         Data Instrumen
a.      Bentuk instrumen                       
Instrumen yang penguji analisis adalah instrumen tes berbentuk pilihan ganda.

b.      Tujuan pengujian
Tujuan dari pengujian instrumen pilihan ganda ini adalah untuk kepentingan analisis butir soal  sehingga diharapkan penguji sebagai mahasiswa prodi kependidikan mampu membuat instrumen sebagai alat evaluasi dengan baik.

c.       Jumlah instrumen
Jumlah butir instrumen yang diujikan adalah 10 item

d.      Bidang instrumen                       
Mata Pelajaran Kesenian dan Budaya, (salah satu mata pelajaran di SMP St.Antonius)

e.       Responden
Siswa SMP St.Antonius kelas 8.

f.        Kisi-kisi soal
Kisi-kisi instrumen pilihan ganda dari tes ini adalah sebagai berikut:
KISI-KISI PENULISAN SOAL
No. Urut
Standar Kompetensi
Materi Pokok
Indikator
Bentuk Tes
Nomor Soal
1
Mendeskripsikan keragaman proses berkarya seni rupa Nusantara.
-          Ragam proses karya seni rupa Nusantara dua dan tiga dimensi.
           Apresiasi proses karya seni rupa Nusantara.
Mendeskripsikan beragam proses berkarya seni rupa nusantara yang bersifat dua dan tiga dimensi.
Pilihan ganda

6, 8




Mengidentifikasi beragam proses berkarya seni rupa nusantara.
Pilihan ganda
1, 7

2
Mendeskripsikan tentang keragaman  musik Nusantara.
-          Apresiasi karya musik Nusantara.
Menjelaskan beragam karya musik nusantara sesuai instrumen musik yang digunakan.
Pilihan ganda

4




Mengidentifikasi unsur-unsur musik
Pilihan ganda
2, 9

3
Mendeskripsikan tentang keragaman tari Nusantara.
         Keragaman  tari daerah
Menjelaskan ciri khas tari daerah lain.
Pilihan ganda

3, 10




Mengetahui jenis-jenis tari daerah lain.
Pilihan ganda
5

 


g.      Konstruksi Soal
        Pilahan berganda
Nama                      : ………………………………………..
NIS                         : ………………………………………..       
Matadiklat              : Kesenian dan Budaya
Kelas                       : ………………………………………..

Petunjuk pengisian.
-  Bacalah soal dengan teliti sebelum anda menjawabnya!
-  Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
- Beri tanda cross (X) pada alternative jawaban di lembar jawaban yang tersedia sesuai dengan jawaban yang anda pilih!

1.       Proses kreatif didahului dengan tahap …..
       a.       penyelesaian                       c. persiapan
       b.      pengolahan                         d. inspirasi

2.      Hal yang menyangkut panjang pendek nada disebut …..
       a.       harmoni                               c. sukat
       b.      ketuk                                   d. irama (ritme)

3.      Jenis musik yang dihasilkan dari tubuh penari itu sendiri disebut musik …..
       a.       ritem                                   c. internal
       b.      eksternal                             d. gamelan

4.      Alat musik akordeon, gong, rebana, dan biola digunakan pada seni musik …..
       a.       Tarawangsa                         c. Orkes melayu
       b.      gambang kromong              d. gambus

5.      Jenis tari yang berkaitan erat dengan penyebaran agama Islam adalah tari …..
       a.       pendet                                             c. jaipong
       b.      zafin                                                d. molulo

6.   Tutup celup merupakan prinsip utama dalam karya seni .....
       a.       Menganyam                                    c. Membatik
       b.      Menenun                                         d. Membordir

7.      Proses yang paling tepat untuk membuat kaya benda Kris adalah .....
 a.       Menempah                                c. Membentuk
 b.      Mengukir                                  d. Mengecor

8.      Faktor yang tidak mempengaruhi proses kreatif adalah .....
 a.       Lingkungan                              c. Sarana
 b.      Bakat                                        d. Publikasi

9.      Kuat lemah nada suatu lagu/ musik disebut .....
 a.       Irama                            c. Birama
 b.      Harmoni                        d. Paranada

10.      Tari yang kostumnya diilhami gambaran serdadu Belanda adalah tari .....
 a.       Jaipong                                     c. pendet
 b.      Dolalak                                     d. Malinting


h.      Waktu dan tempat pengujian instrumen
 Pengujian instrumen dilaksanakan pada 11 Nopember 2011, berlokasi di SMP St.Antonius, ruang 10.

i.      Kunci jawaban

                                                                     Kunci Jawaban
No
Jawaban
No
Jawaban
1
C
6
C
2
D
7
A
3
C
8
D
4
C
9
C
5
B
10
B
   


j.      Tabulasi data hasil pengujian
No Responden Soal ke- Jlh.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Amey 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 5
2 Andi 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 3
3 Andre 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 6
4 Bella 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 3
5 Beni 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 4
6 Budi 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 5
7 Caca 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 3
8 Diana 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 4
9 Dodi 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 3
10 Doni 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 4
11 Marko 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 6
12 Nanci 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 4
13 Osen 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 3
14 Putri 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 5
15 Rani 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 4
16 Roni 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 3
17 Susi 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 6
18 Tina 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 4
19 Tono 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 5
20 Yohana 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 3
Jumlah 8 9 8 10 5 9 8 10 9 7 83



    2. Analisis Butir Soal 
Metode analisis yang penguji gunakan pada pengujian ini adalah analisis secara klasik, yaitu proses penelaahan butir soal melalui informasi dari jawaban peserta didik guna meningkatkan mutu butir soal yang bersangkutan dengan menggunakan teori tes klasik. Kelebihan analisis butir soal secara klasik adalah murah, dapat dilaksanakan sehari-hari dengan cepat menggunakan komputer, murah, sederhana, familier dan dapat menggunakan data dari beberapa peserta didik atau sampel kecil (Millman dan Greene, 1993: 358).

a.      Analisis validitas butir soal
Sesuai dengan data hasil pengujian yang penguji lampirkan, penguji menganalisis validitas butir soal dengan menggunakan metode korelasi point biserial dengan rumus sebagai berikut:
Mp       : Rata-rata dari subjek yang menjawab benar bagi item yang diuji validitasnya
Mt       : Rata-rata skor total
P          : Proporsi responden menjawab benar
q          : Proporsi responden menjawab salah
SD       : Standar deviasi
Penentuan valid atau tidaknya item butir soal adalah dengan membandingkan hasil perhitungan rpbi dengan r-tabel yang diperoleh dari tabel r korelasi untuk n (jumlah item soal).
Dengan ketentuan:
-          rpbi > r-tabel butir soal dianggap valid
-          rpbi < r-tabel butir soal dianggap tidak valid (Ni Putu Wiwik Suwarnayanti, 2009)
Pada pengujian ini, jumlah butir soal (n) 10 butir sehingga r-tabel diperoleh 0.576.

1)      Data analisis validitas butir soal dari program microsoft excel
Analisis digunakan dengan menggunakan rumus korelasi point biserial sebagai berikut:
Mp       : Rata-rata dari subjek yang menjawab benar bagi item yang diuji validitasnya
Mt       : Rata-rata skor total
SD       : Standar deviasi
P          : Proporsi responden menjawab benar
q          : Proporsi responden menjawab salah

Berdasarkan data yang diperoleh dari tabel hasil pengujian dsn bersesuaian dengan rumus di atas, diperoleh data validitas sebagai berikut:
 
Tabel Perhitungan Validitas Tes dengan Rumus Korelasi Product Moment Person
No Keterangan Soal ke-
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Mp 4,125 4,556 4,375 4,400 5,000 4,667 4,250 4,300 4,667 4,000
2 Mt 4,150 4,150 4,150 4,150 4,150 4,150 4,150 4,150 4,150 4,150
3 Sd 1,090 1,090 1,090 1,090 1,090 1,090 1,090 1,090 1,090 1,090
4 p 0,400 0,450 0,400 0,500 0,250 0,450 0,400 0,500 0,450 0,350
5 q 0,600 0,550 0,600 0,500 0,750 0,550 0,600 0,500 0,550 0,650
6 r-pbi 0,259 0,677 0,463 0,593 0,689 0,778 0,361 0,493 0,778 0,141
7 r-kritis 0.423 0.423 0.423 0.423 0.423 0.423 0.423 0.423 0.423 0.423
8 Status Gagal Valid Valid Valid Valid Valid Gagal Valid Valid Gagal
 


2)      Kesimpulan analisis validitas butir soal
Berdasarkan analisis yang dihitung menggunakan program microsoft exel diperoleh simpulan data sebagai berikut:
Tabel  Validitas Butir Soal

No. Soal r-pbi r-kritis Status
1 0,259 0,423 Gagal
2 0,677 0,423 Valid
3 0,463 0,423 Valid
4 0,593 0,423 Valid
5 0,689 0,423 Valid
6 0,778 0,423 Valid
7 0,361 0,423 Gagal
8 0,493 0,423 Valid
9 0,778 0,423 Valid
10 0,141 0,423 Gagal

 Dari data di atas di ketahui
-          butir soal valid                  :  7 butir

-          butir soal tidak valid         :  3 butir (soal nomor 1, 7, dan 10)

-          total                               : 10 butir
 
b.      Uji Reliabilitas Instrumen

Tujuan utama menghitung reliabilitas skor tes adalah untuk mengetahui tingkat ketepatan (precision) dan keajegan (consistency) skor tes. Indeks reliabilitas berkisar antara 0 1. Semakin tinggi koefisien reliabilitas suatu tes (mendekati 1), makin tinggi pula keajegan/ketepatannya. Apabila indeks realibilitas > 0,7 soal dianggap telah reliabel. (Dr. Nana Sudjana, 2009)

 

Reliabilitas dapat dihitung dengan banyak cara. Di dalam analisis ini penguji menggunakan metode Kuder Richadson (KR-20), sebagai berikut:


r11         : reliabilitas soal
p          : proporsi subjek menjawab item benar
q          : proporsi subjek menjawab item salah
s           : standar deviasi
n          : jumlah item butir soal
Uji realibilitas dilakukan hanya pada butir soal yang valid. Sesuai dengan hasil pengujian (terlampir), dapat disajikan data sebagai berikut:
s                      = 1,45

sigma pq         = 1,21

n                     = 7



= 0,50


Dengan demikian disimpulkan bahwa soal yang telah diuji tersebut tidak reliabel.


c.      Tingkat Kesukaran (TK)

Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks tingkat kesukaran ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar 0,00 1,00 (Aiken (1994: 66). Semakin besar indeks tingkat kesukaran yang diperoleh dari hasil hitungan, berarti semakin mudah soal itu.

TK =
Klasifikasi tingkat kesukaran soal dapat dicontohkan seperti berikut ini.
0,00 0,30 soal tergolong sukar
0,31 0,70 soal tergolong sedang
0,71 1,00 soal tergolong mudah (Dr. Nana Sudjana: 2009)

Dari hasil pengujian diperoleh klasifikasi kesukaran butir soal sebagai berikut:

Tabel 8. Klasifikasi kesukaran butir soal

No. Soal n n/N Status
1  -  -  -
2 9 0,45 Sedang
3 8 0,4 Sedang
4 10 0,5 Sedang
5 5 0,25 Sukar
6 9 0,45 Sedang
7  -  - -
8 10 0,5 Sedang
9 9 0,45 Sedang
10  -  -  -


Berdasarkan data di atas, dari  butir soal yang sudah valid diketahui:
-          Butir soal dengan tingkatan sukar            : 1 butir
-          Butir soal dengan tingkatan sedang          : 6 butir
-          Butir soal dengan tingkatan mudah          : 0 butir
-          Total                                                     : 7 butir


d.      Daya Pembeda (DP)
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dapat membedakan antara siswa yang telah menguasai materi yang ditanyakan dan siswa yang tidak/kurang/belum menguasai materi yang ditanyakan. Manfaat daya pembeda butir soal adalah seperti berikt ini.
1)      Untuk meningkatkan mutu setiap butir soal melalui data empiriknya. Berdasarkan indeks daya pembeda, setiap butir soal dapat diketahui apakah butir soal itu baik, direvisi, atau ditolak.
2)      Untuk mengetahui seberapa jauh setiap butir soal dapat mendeteksi/membedakan kemampuan siswa, yaitu siswa yang telah memahami atau belum memahami materi yang diajarkan guru.
Apabila suatu butir soal tidak dapat membedakan kedua kemampuan siswa itu, maka butir soal itu dapat dicurigai "kemungkinannya" seperti berikut ini:
1)      Kunci jawaban butir soal itu tidak tepat
2)      Butir soal itu memiliki 2 atau lebih kunci jawaban yang benar
3)      Kompetensi yang diukur tidak jelas
4)      Pengecoh tidak berfungsi
5)      Materi yang ditanyakan terlalu sulit, schingga banyak siswa yang menebak
6)      Sebagian besar siswa yang memahami materi yang ditanyakan berpikir ada yang salah informasi dalam butir soalnya
Indeks daya pembeda setiap butir soal biasanya juga dinyatakan dalam bentuk proporsi. Semakin tinggi indeks daya pembeda soal berarti semakin mampu soal yang bersangkutan membedakan warga belajar/siswa yang telah memahami materi dengan warga belajar/peserta didik yang belum memahami materi. Indeks daya pembeda berkisar antara 1,00 sampai dengan +1,00. Semakin tinggi daya pembeda suatu soal, maka semakin kuat/baik soal itu. Jika daya pembeda negatif (<0) berarti lebih banyak kelompok bawah (warga belajar/peserta didik yang tidak memahami materi) menjawab benar soal dibanding dengan kelompok atas (warga belajar/peserta didik yang memahami materi yang diajarkan guru).
Untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan ganda adalah dengan menggunakan rumus berikut ini.
 

DP = daya pembeda soal,
BA = jumlah jawaban benar pada kelompok atas,
BB = jumlah jawaban benar pada kelompok bawah,
N=jumlah siswa yang mengerjakan tes.

0,40 1,00 soal diterima baik                                   : A
0,30 0,39 soal diterima tetapi perlu diperbaiki       : B
0,20 0,29 soal diperbaiki                                        : C
0,00 0,19 soal tidak dipakai/dibuang                      : D

Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh data daya pembeda sebagai berikut: 

Tabel 9. Daya pembeda soal

No Soal BA BB DP status
1 tidak valid  -  -  -
2 8 4 0,400 A
3 7 4 0,300 B
4 8 7 0,100 D
5 6 4 0,200 C
6 6 5 0,100 D
7 tidak valid -  -  -
8 7 6 0,100 D
9 4 1 0,300 B
10 tidak valid  - - -

Dari data di atas, dari 26 soal yang sudah valid diketahui:

-          Soal diterima                                 : 1 butir

-          Soal diterima dan direvisi             : 2 butir

-          Soal direvisi                                  : 1 butir

-          Soal tidak diterima                        : 3 butir

-          Total                                             : 7 butir
   
e.      Keefektifan Pengecoh
Penyebaran pilihan jawaban dijadikan dasar dalam penelaahan soal. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berfungsi tidaknya jawaban yang tersedia. Suatu pilihan jawaban (pengecoh) dapat dikatakan berfungsi apabila pengecoh:
1)      Alternatif jawaban 5 buah (a, b, c, d, dan e) paling tidak dipilih oleh 4 - 5 % peserta tes/siswa,
2)      Alternatif jawaban 4 buah (a, b, c, dan d) paling tidak dipilih oleh 2 - 3 % peserta tes/siswa,
3)      lebih banyak dipilih oleh kelompok siswa yang belum paham materi.
Analisis soal yang penguji ujikan  kepada responden telah penguji lampirkan pada laporan analisis butir soal ini. Secara singkat keefektifan pengecoh dari analisis butir soal tersebut adalah sebagai  berikut:

Ket Alternatif jawaban
a  b c d
Jlh 2 1 8 3
% 8 4 32 12
status efektif efektif kunci efektif
Jlh 5 2 3 9
% 20 8 12 36
Status efektif efektif efektif kunci
Jlh 2 4 8 3
% 8 16 32 12
Status efektif efektif kunci efektif
Jlh 6 5 2 10
% 24 20 8 40
Status efektif efektif efektif kunci
Jlh 3 5 2 4
% 12 20 16 16
Status efektif kunci efektif efektif
Jlh 2 3 9 5
% 8 12 36 20
Status efektif efektif kunci efektif
jlh 8 2 0 2
% 32 8 0 8
Status 128 efektif tidak efektif
Jlh 2 0 5 10
% 8 0 20 40
Status efektif tidak efektif kunci
jlh 2 5 9 3
% 36 20
12
Status efektif efektif kunci efektif
jlh 4 7 3 5
% 16 28 12 20
Status efektif kunci efektif efektif

       3. Kesimpulan Hasil Analisis Pengujian Instrumen Bentuk Pilihan Ganda
Kesimpulan dari hasil analisis butir soal pilihan ganda yang penguji ujikan adalah sebagai  berikut:
No Soal Validitas Reliabilitas Tingkat kesukaran Daya pembeda Distructure Kesimpulan
1 tidak valid tidak reliabel (0,50) - - - Tolak
2 valid sedang Terima efektif Terima
3 valid sedang Trm & Rev efektif Trm & Rev
4 valid sedang Tolak efektif Tolak
5 valid sukar Revisi efektif Revisi
6 valid sedang Tolak efektif Tolak
7 tidak valid - - - Tolak
8 valid sedang Tolak kurang Tolak
9 valid sedang Trm & Rev efektif Trm & Rev
10 tidak valid - - - Tolak
Reaksi:
Categories:


Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Jangan lupa tinggalkan komentar Anda setelah membaca blog ini ya! Hubungi saya di robiantositumorang@gmail.com

0 komentar:

Poskan Komentar